Metapos.id, Jakarta – Prosedur pelepasan implan payudara atau explant surgery semakin diminati dalam beberapa tahun terakhir. Tren ini didorong oleh kombinasi alasan kesehatan, perubahan gaya hidup, serta meningkatnya minat terhadap penampilan yang lebih alami.
Sejumlah perempuan memutuskan menjalani operasi tersebut setelah mengalami keluhan seperti nyeri sendi, kelelahan, hingga dugaan gejala yang sering dikaitkan dengan breast implant illness (BII). Meski BII belum diakui sebagai diagnosis medis resmi, para peneliti masih terus mempelajari kemungkinan kaitannya dengan implan payudara.
Mantan bintang reality show Brandi Glanville menjadi salah satu figur publik yang membagikan pengalamannya menjalani operasi pelepasan implan. “Saya hanya ingin sehat,” ujarnya setelah dokter menemukan satu implannya bocor dan yang lainnya telah pecah.
Selain alasan kesehatan, banyak perempuan kini memilih melepas implan karena selera estetika yang berubah. Tren kecantikan bergeser ke arah bentuk tubuh yang terlihat lebih natural dibandingkan ukuran payudara yang besar seperti beberapa dekade lalu.
Dokter bedah plastik menjelaskan bahwa implan payudara bukan perangkat yang dirancang bertahan seumur hidup. Dalam banyak kasus, implan perlu dipantau secara berkala dan dapat memerlukan penggantian atau pelepasan setelah bertahun-tahun digunakan.
Meski demikian, para ahli menegaskan keputusan melepas implan sebaiknya didasarkan pada konsultasi medis, bukan sekadar mengikuti tren. Kondisi kesehatan, usia implan, serta tujuan pasien perlu dipertimbangkan sebelum menjalani tindakan operasi.
Banyak pasien melaporkan merasa lebih nyaman secara fisik maupun emosional setelah menjalani explant surgery. Namun, manfaat yang dirasakan setiap orang dapat berbeda sehingga hasilnya tidak bisa disamaratakan untuk semua pasien.
Meningkatnya minat terhadap pelepasan implan menunjukkan bahwa pandangan masyarakat mengenai operasi plastik terus berubah. Kini, semakin banyak perempuan yang menempatkan kesehatan, kenyamanan, dan rasa percaya diri sebagai prioritas utama dibandingkan mengikuti standar kecantikan tertentu.







