Metapos.id, Jakarta – Hubungan yang dipenuhi konflik, tekanan emosional, dan stres berkepanjangan ternyata tidak hanya memengaruhi kesehatan mental, tetapi juga dapat berdampak pada kondisi fisik seseorang.
Ahli nutrisi penyakit autoimun sekaligus praktisi functional medicine, Muriel Wallace-Scott, menjelaskan bahwa stres kronis akibat hubungan yang tidak sehat dapat membuat tubuh terus berada dalam kondisi siaga atau fight or flight. Kondisi ini menyebabkan berbagai fungsi penting tubuh tidak bekerja secara optimal.
“Kondisi tubuh saat itu memprioritaskan untuk bertahan hidup, bukan berkembang,” ujar Wallace-Scott, dikutip dari The Independent.
Ia menjelaskan, ketika seseorang terus-menerus menghadapi tekanan dalam hubungan, tubuh akan mengalihkan energi untuk menghadapi ancaman. Akibatnya, fungsi seperti keseimbangan hormon, kesehatan tiroid, sistem pencernaan, hingga siklus menstruasi menjadi kurang diprioritaskan.
Menurut Wallace-Scott, mekanisme tersebut sebenarnya merupakan respons alami tubuh terhadap bahaya. Namun, jika berlangsung dalam jangka waktu lama, dampaknya dapat mengganggu kesehatan secara menyeluruh.
Selain itu, stres berkepanjangan juga berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh. Saat tubuh terus berada dalam kondisi waspada, respons imun dapat menjadi berlebihan sehingga meningkatkan risiko peradangan.
Ia mengatakan kondisi tersebut berpotensi memperburuk penyakit autoimun, seperti lupus maupun penyakit Crohn, karena sistem imun menjadi lebih sensitif terhadap ancaman yang sebenarnya tidak berbahaya.
Laporan tersebut juga mengangkat pengalaman Becca Scott yang pernah didiagnosis mengalami chronic fatigue syndrome atau sindrom kelelahan kronis setelah bertahun-tahun menjalani hubungan yang penuh tekanan.
Becca mengaku sempat mengalami jantung berdebar, kelelahan ekstrem, hingga kesulitan berdiri dalam waktu lama. Namun, kondisi kesehatannya perlahan membaik setelah mengakhiri hubungan tersebut.
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa menjaga hubungan yang sehat tidak hanya penting bagi kesejahteraan emosional, tetapi juga berperan dalam menjaga kesehatan fisik secara keseluruhan.






