Metapos.id, Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap penyebab insiden pecahnya satu panel kaca bagian luar Gedung Kantor BGN di Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat. Peristiwa yang terjadi pada Kamis sekitar pukul 11.25 WIB itu kini masih dalam proses pemeriksaan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Juru Bicara sekaligus Wakil Kepala BGN, Arumsari, menjelaskan insiden bermula ketika satu panel kaca luar terlepas dari dudukannya. Tak lama kemudian terdengar bunyi dari ring penyangga sebelum kaca tersebut jatuh ke aspal dan pecah.
“Begitu insiden terjadi, kami langsung melakukan prosedur awal penanganan guna memastikan keselamatan pegawai yang berada di lokasi, mulai dari dokumentasi visual, sterilisasi area sampai pembersihan material tanggap darurat,” ujar Arumsari. Ia memastikan langkah cepat dilakukan agar area tetap aman bagi seluruh pegawai.
BGN juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap elemen bangunan yang memiliki karakteristik serupa sebagai langkah mitigasi. Pemeriksaan berkala akan terus dilakukan untuk memperkuat aspek keselamatan gedung dan mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Menurut Arumsari, penyebab insiden masih didalami, termasuk dengan memeriksa kondisi panel kaca dan struktur penyangganya. Namun, dugaan awal mengarah pada pemuaian akibat perbedaan suhu antara cuaca panas di luar gedung dan suhu dingin di dalam ruangan.
Ia juga mengungkapkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. “Dalam beberapa tahun terakhir, insiden serupa telah terjadi beberapa kali yang diduga dipicu oleh pemuaian akibat perbedaan suhu antara cuaca panas di luar gedung dan suhu dingin di dalam ruangan,” katanya.
Sementara itu, kepolisian yang melakukan olah tempat kejadian perkara juga menyampaikan hasil sementara yang sejalan dengan penjelasan BGN. Polisi memastikan tidak ditemukan indikasi teror maupun penembakan yang menyebabkan kaca gedung pecah.
BGN menegaskan keselamatan pegawai tetap menjadi prioritas utama dalam penanganan insiden ini. Hasil evaluasi dan pemeriksaan menyeluruh nantinya akan menjadi dasar perbaikan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang.


