Metapos.id, Jakarta – Penyanyi Halsey kembali menjadi sorotan setelah melontarkan kritik keras kepada kritikus musik Anthony Fantano. Ia menyebut sang reviewer “menjijikkan” dalam unggahan yang kembali memanaskan konflik lama di dunia musik.
Ketegangan ini berawal dari ulasan Fantano terhadap album The Great Impersonator yang dirilis pada 2024. Dalam review tersebut, Fantano memberikan penilaian rendah dan komentar yang dianggap sebagian penggemar terlalu keras terhadap karya personal Halsey.
Album tersebut sendiri diketahui sangat personal karena ditulis saat Halsey menghadapi berbagai masalah kesehatan serius, termasuk perjuangan melawan kanker. Hal ini membuat banyak penggemar menilai kritik Fantano tidak sensitif terhadap konteks emosional di balik karya tersebut.
Pernyataan Halsey kembali viral setelah ia menyinggung ulang kritik tersebut di media sosial. Ia mempertanyakan cara Fantano menilai karyanya dan menilai bahwa kritik yang diberikan melampaui batas kewajaran sebagai seorang pengulas musik.
Di sisi lain, Anthony Fantano tetap mempertahankan pendiriannya bahwa ulasannya didasarkan pada kualitas musik, bukan kehidupan pribadi artis. Ia juga menegaskan bahwa kritik terhadap karya seni adalah bagian dari kebebasan berekspresi dalam industri musik.
Perdebatan ini kemudian meluas ke media sosial, dengan penggemar terbagi menjadi dua kubu. Sebagian mendukung Halsey dan menilai Fantano terlalu keras, sementara lainnya menilai kritik tersebut masih dalam batas wajar sebagai seorang reviewer.
Kontroversi ini juga kembali memicu diskusi lama tentang peran kritikus musik di era digital, terutama ketika karya yang dinilai memiliki latar belakang emosional yang kuat. Banyak yang mempertanyakan batas antara kritik objektif dan empati terhadap artis.
Hingga kini, baik Halsey maupun Fantano belum menunjukkan tanda-tanda meredakan ketegangan, membuat konflik ini kembali menjadi salah satu perdebatan paling ramai di dunia musik online.







