Metapos.id, Jakarta – Roti masih sering dianggap sebagai makanan yang harus dihindari oleh penderita diabetes atau orang dengan gula darah tinggi. Namun, ahli gizi menegaskan bahwa roti tetap bisa dikonsumsi dengan aman jika memilih jenis yang tepat.
Ahli gizi dari Simply Wellness, Samantha Peterson, menjelaskan bahwa banyak orang masih salah memahami hubungan roti dan gula darah. Selain itu, ia menekankan bahwa respons gula darah tidak hanya dipengaruhi satu jenis makanan.
Menurutnya, tingkat pengolahan, porsi, dan kombinasi makanan ikut memengaruhi kondisi gula darah. Karena itu, pola makan secara keseluruhan menjadi faktor penting.
Sementara itu, ia juga mengingatkan bahwa menghindari karbohidrat sepenuhnya bisa berdampak kurang baik. Kondisi tersebut dapat membuat pola makan sulit dipertahankan dalam jangka panjang.
Selain itu, ahli diet kardiologi preventif dari Entirely Nourished, Michelle Routhenstein, merekomendasikan roti gandum utuh dan biji-bijian bertunas. Jenis ini mengandung serat lebih tinggi yang membantu memperlambat penyerapan gula.
Serat berperan penting dalam menjaga kestabilan gula darah. Karena itu, ia menyarankan roti dengan kandungan minimal tiga gram serat per lembar.
Di sisi lain, serat juga membantu menjaga berat badan dan kesehatan metabolisme. Selain itu, kandungan mineral seperti magnesium dan kalium mendukung kesehatan jantung.
Penelitian dalam World Journal of Diabetes juga menunjukkan bahwa asupan serat yang cukup dapat membantu pengendalian gula darah pada diabetes tipe 2.
Namun, Michelle mengingatkan masyarakat untuk lebih teliti membaca label produk roti. Banyak produk terlihat sehat, tetapi masih menggunakan tepung olahan sebagai bahan utama.
Ia menyarankan memilih roti dengan label whole grain atau whole wheat sebagai bahan pertama dalam komposisi. Dengan begitu, kualitas nutrisi roti bisa lebih terjamin.
Selain bahan, tekstur roti juga memengaruhi respons gula darah. Roti yang lebih padat dan kaya serat cenderung dicerna lebih lambat oleh tubuh.
Di sisi lain, roti yang terlalu lembut biasanya lebih cepat meningkatkan gula darah. Karena itu, pemilihan jenis roti perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh.
Beberapa jenis yang direkomendasikan antara lain roti gandum utuh dengan biji-bijian, roti rye, dan sourdough gandum utuh. Proses fermentasi pada sourdough juga membantu memperlambat penyerapan karbohidrat.
Selain itu, cara konsumsi juga berperan penting. Ahli menyarankan roti tidak dimakan sendirian tanpa tambahan protein atau serat.
Misalnya, roti dapat dipadukan dengan telur, alpukat, ayam, tuna, atau yoghurt Yunani. Kombinasi ini membantu memperlambat pencernaan dan menjaga gula darah lebih stabil.
Meski begitu, para ahli menegaskan tidak ada satu jenis roti yang paling sempurna untuk semua orang. Karena itu, pilihan terbaik tetap harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing individu.







