Metapos.id, Jakarta – Bisnis gaya hidup Meghan Markle kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan mengenai potensi kerugian yang nilainya mencapai Rp88 miliar. Sejumlah produk dari mereknya disebut masih menumpuk dan belum terserap pasar secara optimal.
Merek gaya hidup milik Meghan, As Ever, sebelumnya sempat menarik perhatian publik berkat statusnya sebagai mantan anggota keluarga kerajaan Inggris. Namun, tingginya ekspektasi pasar tampaknya belum sepenuhnya sejalan dengan performa penjualan.
Laporan media menyebut masih banyak stok produk yang belum laku di pasaran. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran terkait biaya penyimpanan dan distribusi yang dapat memengaruhi kondisi keuangan bisnis.
Meski demikian, angka kerugian yang beredar masih bersifat estimasi dan belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak Meghan Markle. Hingga kini, belum ada pernyataan langsung dari tim bisnis maupun perwakilan sang duchess.
Bisnis As Ever sendiri menawarkan berbagai produk gaya hidup yang mencerminkan citra personal Meghan Markle. Kehadiran merek tersebut menjadi bagian dari langkah Meghan membangun identitas bisnis setelah meninggalkan tugas kerajaan.
Meghan dan Pangeran Harry dalam beberapa tahun terakhir memang aktif mengembangkan berbagai proyek komersial. Selain bisnis produk, keduanya juga terlibat dalam kerja sama media, dokumenter, dan proyek filantropi.
Persaingan ketat di industri gaya hidup menjadi tantangan tersendiri bagi merek selebritas. Banyak brand milik figur publik menghadapi tekanan untuk mempertahankan minat konsumen dalam jangka panjang.
Terlepas dari tantangan yang dihadapi, Meghan Markle masih memiliki basis penggemar global yang kuat. Keberhasilan strategi pemasaran dan inovasi produk ke depan akan menjadi faktor penting bagi masa depan bisnisnya.







