Metapos.id, Jakarta – Kabar duka datang dari industri musik internasional. Talay Riley, penulis lagu dan penyanyi asal Inggris yang pernah bekerja sama dengan Dua Lipa dan Britney Spears, meninggal dunia pada usia 35 tahun setelah ditemukan dengan luka tusuk di London.
Riley, yang memiliki nama asli Mark Orabiyi, ditemukan oleh aparat kepolisian di sebuah properti kawasan Silvertown, London, pada 5 Juni 2026. Meski sempat mendapat penanganan medis, nyawanya tidak dapat diselamatkan dan ia dinyatakan meninggal di lokasi kejadian.
Kasus tersebut saat ini masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Polisi Metropolitan London diketahui sempat menangkap tiga orang terkait dugaan pembunuhan sebelum melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Talay Riley dikenal sebagai salah satu songwriter yang memiliki kontribusi besar di industri musik global. Ia pernah terlibat dalam sejumlah proyek musik bersama nama-nama besar seperti Dua Lipa, Britney Spears, Usher, Ellie Goulding, hingga Nick Jonas.
Salah satu karya yang membuat namanya dikenal luas adalah kontribusinya pada lagu “Last Dance” milik Dua Lipa. Ia juga turut menulis lagu “Clumsy” yang masuk dalam album Britney Spears berjudul Glory.
Karier Riley di dunia musik juga membawanya meraih penghargaan Grammy. Penghargaan tersebut diperolehnya melalui kontribusi pada proyek musik milik H.E.R. yang memenangkan kategori Best R&B Album.
Kepergian Riley meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan rekan-rekannya di industri hiburan. Berbagai ucapan belasungkawa pun mengalir melalui media sosial setelah kabar meninggalnya tersebar luas.
Hingga saat ini, penyelidikan terkait penyebab pasti dan kronologi lengkap insiden tersebut masih terus berlangsung. Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi atau rekaman terkait kejadian tersebut untuk membantu proses investigasi.







