Metapos.id, Jakarta – Kehadiran Shin Tae-yong sebagai pelatih baru Persija Jakarta menjadi sorotan publik. Selain prestasi dan rekam jejaknya, besaran gaji yang diterima pelatih asal Korea Selatan itu juga menarik perhatian para penggemar sepak bola Indonesia.
Saat masih menangani Timnas Indonesia, Shin Tae-yong disebut menerima gaji sekitar Rp1,1 miliar per bulan atau sekitar Rp13,2 miliar per tahun. Nilai tersebut menjadikannya salah satu pelatih dengan bayaran tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
Namun, angka tersebut diperkirakan jauh lebih rendah dibandingkan pendapatannya bersama Persija Jakarta. Sejumlah laporan menyebut manajemen Macan Kemayoran harus menyiapkan dana yang jauh lebih besar untuk mengamankan jasa mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.
Berdasarkan berbagai estimasi yang beredar, gaji Shin Tae-yong saat memperpanjang kontrak bersama Timnas Indonesia pernah mencapai sekitar US$1,5 juta per tahun. Dengan kurs saat ini, angka tersebut setara sekitar Rp27 miliar per tahun atau Rp2,25 miliar per bulan.
Jumlah tersebut belum termasuk berbagai fasilitas dan bonus yang biasanya melekat dalam kontrak pelatih top. Mulai dari bonus kemenangan, bonus prestasi, akomodasi, kendaraan operasional, hingga kebutuhan staf pelatih pendamping.
Karena itu, total biaya yang harus disiapkan Persija untuk satu musim disebut bisa mencapai kisaran Rp35 miliar hingga Rp40 miliar. Nilai tersebut hampir tiga kali lebih besar dibandingkan gaji yang pernah diterima Shin Tae-yong pada awal masa kepelatihannya bersama Timnas Indonesia.
Meski tergolong besar, kehadiran Shin Tae-yong diyakini membawa dampak positif bagi Persija. Popularitasnya diperkirakan mampu meningkatkan penjualan tiket, merchandise, serta menarik minat sponsor baru untuk mendukung klub ibu kota tersebut.
Dengan reputasi yang dimiliki di level internasional dan pengalaman membangun Timnas Indonesia selama beberapa tahun terakhir, ekspektasi terhadap Shin Tae-yong di Persija Jakarta pun sangat tinggi. Publik kini menantikan apakah pelatih berusia 55 tahun itu mampu membawa Macan Kemayoran kembali bersaing dalam perebutan gelar juara.







