Metapos.id, Jakarta – Arsenal harus mengubur harapan meraih trofi Liga Champions 2025/2026 setelah kalah dari PSG pada laga final yang ditentukan lewat adu penalti.
Duel yang digelar di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026), berakhir imbang 1-1 hingga 120 menit pertandingan. PSG kemudian memastikan kemenangan dengan skor 4-3 dalam babak tos-tosan.
The Gunners tampil meyakinkan sejak awal laga. Kai Havertz membawa Arsenal unggul cepat pada menit keenam melalui penyelesaian yang gagal dihentikan kiper PSG.
Namun, wakil Prancis itu mampu bangkit pada babak kedua. Ousmane Dembele menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti setelah Cristian Mosquera menjatuhkan Khvicha Kvaratskhelia di area terlarang.
Skor tidak berubah hingga perpanjangan waktu berakhir. Pertandingan pun berlanjut ke adu penalti untuk menentukan juara.
Pada momen krusial tersebut, Arsenal kehilangan momentum. Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes gagal menuntaskan tugasnya dari titik putih sehingga PSG keluar sebagai pemenang.
Meski gagal membawa pulang trofi, Arsenal tetap menunjukkan performa yang mengesankan sepanjang musim. Tim besutan Mikel Arteta juga menorehkan pencapaian penting di luar lapangan.
Declan Rice menilai perjalanan Arsenal musim ini layak mendapat apresiasi. Gelandang Inggris itu mengaku bangga dengan kerja keras dan semangat yang ditunjukkan seluruh skuad.
Sementara itu, Arsenal mencatat sejarah baru sebagai klub Inggris dengan pendapatan tertinggi dalam satu musim Liga Champions. Berdasarkan proyeksi, klub London Utara tersebut mengantongi sekitar 143 juta euro atau setara Rp2,5 triliun.
Angka itu melampaui pendapatan klub-klub Inggris lainnya dalam sejarah kompetisi elite Eropa tersebut. Karena itu, Arsenal tetap membawa pulang pencapaian yang bernilai besar meski gagal menjadi juara.
Selain itu, Arsenal menjalani kampanye Liga Champions tanpa sekalipun kalah dalam waktu normal. Konsistensi tersebut turut berkontribusi terhadap besarnya pemasukan yang mereka peroleh dari UEFA.
Di sisi lain, PSG diperkirakan menerima pendapatan lebih tinggi setelah sukses mengangkat trofi. Bonus juara membuat pemasukan klub asal Paris itu berada sedikit di atas Arsenal.
Meski demikian, selisih pendapatan kedua finalis diperkirakan tidak terlalu besar. Arsenal hanya terpaut sekitar dua juta poundsterling dari PSG.
UEFA dijadwalkan mengumumkan distribusi resmi hadiah kompetisi pada akhir 2026. Setelah itu, nilai pendapatan setiap peserta akan diketahui secara pasti.
Arsenal memang gagal mengakhiri musim dengan gelar Liga Champions. Namun, mereka tetap meninggalkan catatan bersejarah yang memperkuat posisi klub dalam persaingan sepak bola Eropa.







