Metapos.id, Jakarta – Manchester United memastikan Michael Carrick tetap memimpin tim sebagai manajer permanen. Sebelumnya, pria berusia 44 tahun itu mengemban tugas sebagai pelatih interim sejak awal 2026.
Pihak klub memberikan kontrak berdurasi dua musim kepada Carrick. Dengan demikian, mantan pemain Manchester United tersebut akan bertahan di kursi pelatih hingga 2028.
Keputusan itu diambil setelah manajemen melihat perkembangan positif yang ditunjukkan tim dalam beberapa bulan terakhir. Selain meraih hasil yang konsisten, Carrick juga mampu meningkatkan kepercayaan diri skuad.
Carrick mengaku terhormat atas kesempatan yang diberikan klub. Ia menegaskan siap melanjutkan pekerjaannya untuk membawa Manchester United kembali bersaing di papan atas.
Menurutnya, para pemain telah menunjukkan dedikasi yang tinggi sepanjang musim. Oleh karena itu, ia percaya tim memiliki fondasi kuat untuk meraih prestasi yang lebih baik.
Selama menjabat sebagai pelatih sementara, Carrick mencatat performa yang menjanjikan. Ia mengantar Manchester United meraih 11 kemenangan dari total 16 pertandingan.
Di periode yang sama, tim mengoleksi tiga hasil imbang dan hanya dua kali kalah. Hasil tersebut mengantarkan Manchester United kembali mengamankan tempat di Liga Champions musim depan.
Tidak hanya itu, Carrick juga sukses memimpin tim saat menghadapi sejumlah rival utama. Manchester City, Arsenal, Chelsea, dan Liverpool berhasil ditaklukkan selama masa kepemimpinannya.
Direktur Sepak Bola Manchester United, Jason Wilcox, menilai Carrick pantas mendapatkan jabatan tersebut secara penuh. Ia menyoroti kemampuan Carrick dalam membangun hubungan yang solid dengan pemain dan staf pelatih.
Selain itu, Wilcox menilai Carrick berhasil menanamkan mental kompetitif di dalam tim. Karena itu, manajemen optimistis proyek yang sedang berjalan dapat berkembang sesuai harapan.
Sementara itu, penunjukan Carrick menjadi bagian dari strategi jangka panjang klub. Manchester United ingin menjaga stabilitas sekaligus melanjutkan progres yang telah terlihat dalam beberapa bulan terakhir.
Meskipun musim depan diperkirakan berlangsung lebih ketat, Manchester United tetap menatapnya dengan optimisme. Selain mengejar prestasi di Liga Inggris, klub juga membidik hasil maksimal di Liga Champions dan kompetisi domestik lainnya





