Metapos.id, Jakarta – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan pemerintah sudah menutup 172 perlintasan sebidang tidak resmi di sejumlah wilayah Indonesia. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan keamanan perjalanan kereta api sepanjang 2026.
Selain itu, pemerintah berupaya mengurangi potensi kecelakaan di area perlintasan rel. Langkah itu diambil setelah terjadinya insiden tabrakan kereta di Bekasi Timur.
Dudy menjelaskan Kementerian Perhubungan menggandeng PT KAI dan berbagai pihak terkait dalam proses penertiban. Mereka menutup akses perlintasan yang tidak memiliki izin operasional resmi.
Sementara itu, pemerintah juga mulai menyiapkan sistem pengamanan tambahan di banyak titik lain. Prioritas diberikan pada perlintasan tanpa palang pintu serta tanpa petugas penjaga.
Menurut Dudy, masih terdapat sekitar 1.638 perlintasan sebidang yang membutuhkan fasilitas keselamatan tambahan. Karena itu, pemerintah mempercepat rencana pemasangan palang pintu di sejumlah daerah.
Meski begitu, program tersebut membutuhkan biaya yang cukup besar. Pemerintah memperkirakan anggaran yang diperlukan mencapai Rp800 miliar.
Selain pembangunan infrastruktur, Dudy turut meminta masyarakat menaati aturan keselamatan di jalur kereta api. Ia mengingatkan warga agar tidak melintas melalui perlintasan ilegal.
Di sisi lain, pemerintah berharap seluruh pihak ikut mendukung penataan perlintasan sebidang. Dengan demikian, angka kecelakaan kereta dapat ditekan secara bertahap.







