Metapos.id, Jakarta – Umat Islam mengenal dua ibadah yang sama-sama dilakukan dengan menyembelih hewan ternak, yakni akikah dan kurban. Meski terlihat serupa, keduanya memiliki perbedaan dari segi tujuan, waktu pelaksanaan, hingga ketentuan hewan yang digunakan.
Akikah merupakan ibadah sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran anak, sedangkan kurban dilakukan sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. terutama saat Hari Raya Iduladha.
Berikut perbedaan akikah dan kurban yang perlu dipahami umat muslim.
- Pengertian Akikah dan Kurban
Kurban berasal dari kata yang berarti “dekat”. Dalam Islam, kurban adalah ibadah menyembelih hewan pada Hari Raya Iduladha untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Sementara itu, akikah berasal dari bahasa Arab “al-aqqu” yang berarti memotong. Akikah dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran seorang anak.
- Tujuan Pelaksanaan
Akikah dilakukan oleh orang tua sebagai ungkapan syukur kepada Allah Swt. atas kelahiran anak sekaligus mengikuti sunah Rasulullah saw.
Sedangkan kurban bertujuan untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. dan mengenang kisah pengorbanan Nabi Ibrahim a.s. serta Nabi Ismail a.s.
- Hukum Pelaksanaan
Akikah termasuk sunah muakkad atau ibadah yang sangat dianjurkan bagi orang tua yang mampu.
Sementara itu, kurban juga berstatus sunah muakkad bagi umat muslim yang memiliki kemampuan finansial saat Iduladha.
- Jumlah Hewan
Dalam akikah, anak laki-laki dianjurkan disembelihkan dua ekor kambing, sedangkan anak perempuan satu ekor kambing.
Pada kurban, satu ekor kambing diperuntukkan bagi satu orang, sedangkan sapi atau unta dapat digunakan untuk tujuh orang.
- Jenis Hewan
Hewan akikah hanya berupa kambing atau domba.
Sedangkan hewan kurban lebih beragam, mulai dari kambing, domba, sapi, hingga unta.
- Pembagian Daging
Daging akikah umumnya dimasak terlebih dahulu sebelum dibagikan kepada kerabat maupun masyarakat.
Sementara itu, daging kurban biasanya dibagikan dalam kondisi mentah agar penerima dapat mengolahnya sendiri.
- Memakan Daging Sendiri
Orang tua yang melaksanakan akikah diperbolehkan memakan daging akikah bersama keluarga.
Begitu juga dengan orang yang berkurban, namun sebagian besar daging dianjurkan dibagikan kepada fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan.
- Niat Pelaksanaan
Akikah diniatkan sebagai rasa syukur atas kelahiran anak.
Sedangkan kurban diniatkan sebagai ibadah mendekatkan diri kepada Allah Swt. sekaligus berbagi kepada sesama.
- Waktu Pelaksanaan
Akikah dianjurkan dilakukan pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. Namun jika belum memungkinkan, bisa dilakukan pada hari ke-14, ke-21, atau waktu lainnya.
Berbeda dengan kurban yang hanya dapat dilakukan pada 10 hingga 13 Zulhijah.
- Makna Spiritual
Akikah berkaitan dengan rasa syukur atas kelahiran anak.
Sedangkan kurban menjadi simbol ketaatan kepada Allah Swt. melalui teladan pengorbanan Nabi Ibrahim a.s.
- Untuk Siapa Dilakukan
Akikah dilakukan orang tua untuk anak yang baru lahir.
Sementara itu, kurban dilakukan oleh umat muslim yang mampu sebagai ibadah pribadi kepada Allah Swt.
- Prosedur Pelaksanaan
Akikah biasanya disertai pemberian nama dan mencukur rambut bayi sebelum penyembelihan hewan dilakukan.
Sedangkan kurban dilaksanakan saat Iduladha dengan menyembelih hewan lalu membagikan dagingnya kepada masyarakat.
Bolehkah Akikah dan Kurban Digabung?
Menurut pendapat Imam Syafi’i, akikah dan kurban tidak dapat digabung dalam satu hewan dengan dua niat sekaligus.
Hal ini karena akikah dan kurban memiliki tujuan, waktu, serta ketentuan ibadah yang berbeda. Jika dilakukan bertepatan saat Iduladha, maka penyembelihan untuk kurban dan akikah tetap harus dipisahkan.







