Wednesday, May 13, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Hunian TOD Semakin Dilirik, Mendukung Mobilitas,
Gaya Hidup Sehat dan Hemat Biaya

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
29 September 2022
in Lifestyle & Health
Hunian TOD Semakin Dilirik, Mendukung Mobilitas,Gaya Hidup Sehat dan Hemat Biaya

JAKARTA,Metapos.id – Awal September ini, pemerintah resmi menaikan harga bahan bakar minyak (BBM).Berdasarkan hitungan pemerintah, kenaikan harga BBM ini akan menambah inflasi sebesar 1,8 persen dan membuat biaya hidup ikut membengkak. Hal ini berimbas pada pemilik kendaraan
pribadi yang terbiasa menggunakannya untuk bekerja.


Alhasil, ketimbang tetap memaksakan diri menggunakan kendaraan pribadi yang bisa
memberatkan kantong, ada baiknya menggunakan transportasi publik seperti TransJakarta, LRT,MRT atau KRL. Selain menghemat anggaran karena tidak harus membeli bensin yang harga
lumayan tinggi, mengeluarkan biaya tol, parkir, kita juga bisa mengurangi kemacetan dan polusi udara.

BACA JUGA

Dinkes DKI Catat Empat Kasus Hantavirus di Jakarta Sepanjang 2026

Hasil Tes Hantavirus WNA di Jakarta Negatif, Kemenkes Tetap Lakukan Pemantauan


Kemacetan yang parah dan polusi udara akibat padatnya kendaraan bermotor menjadi masalah klasik kota-kota besar, seperti di Jakarta. Mayke Kristika Antony Putri, Analis Perekonomian Subbidang Perkeretaapian, Kedeputian Bidang Kemaritiman dan Investasi, Sekretariat Kabinet RI mengatakan semakin kompleksnya kemacetan lalu lintas dan tingginya biaya yang harus dikeluarkan akibat konsumsi BBM secara berlebih memerlukan solusi konkret yang dapat
meminimalkan ketergantungan penggunaan kendaraan pribadi dan meningkatkan pemanfaatan
transportasi publik.


“Salah satu solusinya yaitu merancang pembangunan kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD). Konsep TOD mengintegrasikan desain ruang kota untuk menyatukan orang, kegiatan, bangunan, dan ruang publik melalui konektivitas yang mudah dengan berjalan kaki ataupun bersepeda serta terintegrasi dengan transportasi publik ke seluruh kota,” kata
Mayke seperti dikutip dari portal setkab.go.id TOD, Konsep Kawasan Berkelanjutan Merujuk Permen Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN No 16 Tahun 2017 tentang Pedoman Pengembangan Kawasan Berorientasi Transit, Mayke mengatakan konsep kawasan TOD
merupakan perancangan kota yang berkelanjutan untuk masyarakat dan dapat menjadi salah satu alternatif perancangan kota untuk pertumbuhan perekonomian daerah karena menggabungkan area hunian dengan komersial.


“Perkembangan kota yang berorientasi TOD berpotensi untuk mengurangi biaya transportasi rumah tangga dan mengatasi permasalahan lingkungan. Prinsip TOD menempatkan sarana komersial, permukiman, perkantoran, fasum dan fasos dalam jarak tempuh yang dekat.
Beberapa negara di Amerika Latin, Jepang, Hongkong dan Singapura sudah menerapkan konsep hunian TOD,” jelas Mayke.


Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) menjelaskan konsep TOD memiliki sejumlah manfaat seperti meningkatnya angka pemakaian transportasi publik sehingga tingkat
kemacetan menurun karena jumlah kendaraan tidak lagi melebihi kapasitas jalan sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan karena penggunaan bahan bakar dan emisi berkurang.


Di Indonesia, Implementasi konsep TOD ini sudah dilakukan pada tahun 2015, ketika jalur Mass Rapid Transit (MRT) pertama kali di bangun di Jakarta, dan berkembang hingga kini ketika Light Rail Transit (LRT) Jabodebek Tahap I dipersiapkan untuk beroperasi secara komersial tahun
depan.

Pemerintah juga bekerjasama dengan stakeholder untuk membuat kawasan TOD degan memaksimalkan pemanfaatan lahan di sekitar stasiun untuk pengembangan properti dengan
kepadatan tinggi. Ini diharapkan menjadi jawaban atas masalah kemacetan, polusi udara, dan ekonomi dengan memberikan kemudahaan akses bagi masyarakat yang berada di Jabodebek untuk melakukan aktivitas.

Tags: Hunian TODInflasiMetapos.idProperti
Previous Post

BTN Dukung Kegiatan #Yukdonordarah

Next Post

Sukses Merger di Tengah Pandemi, Hery Gunardi Dinobatkan sbg Tokoh Transformasi Ekosistem Perbankan Syariah

Related Posts

Argentina Umumkan Skuad Pendahuluan Piala Dunia 2026, Messi Tetap Jadi Andalan
Lifestyle & Health

Dinkes DKI Catat Empat Kasus Hantavirus di Jakarta Sepanjang 2026

12 May 2026
Kemenkes Catat 23 Kasus Hantavirus di Indonesia dalam Tiga Tahun
Lifestyle & Health

Hasil Tes Hantavirus WNA di Jakarta Negatif, Kemenkes Tetap Lakukan Pemantauan

11 May 2026
Potret Mesra Sony Wakwaw dan Pacar Baru Tuai Komentar Iri
Lifestyle & Health

Potret Mesra Sony Wakwaw dan Pacar Baru Tuai Komentar Iri

11 May 2026
AQUA Ajak Masyarakat Jaga Hidrasi Lewat Kampanye “Kaum Adem”
Lifestyle & Health

AQUA Ajak Masyarakat Jaga Hidrasi Lewat Kampanye “Kaum Adem”

11 May 2026
Brace Adam Alis Bawa Persib Menang Dramatis atas Persija
Lifestyle & Health

The Weeknd Bawa “After Hours Til Dawn Tour” ke Jakarta

11 May 2026
CFD Perdana Dorong Rasuna Said Jadi Wajah Baru Jakarta
Lifestyle & Health

CFD Perdana Dorong Rasuna Said Jadi Wajah Baru Jakarta

10 May 2026
Next Post
Sukses Merger di Tengah Pandemi, Hery Gunardi Dinobatkan sbg Tokoh Transformasi Ekosistem Perbankan Syariah

Sukses Merger di Tengah Pandemi, Hery Gunardi Dinobatkan sbg Tokoh Transformasi Ekosistem Perbankan Syariah

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini