Metapos.id, Jakarta – Real Madrid tengah mempertimbangkan untuk menunjuk kembali Jose Mourinho sebagai pelatih utama musim depan. Selain itu, klub kemungkinan tidak akan melanjutkan kerja sama dengan Alvaro Arbeloa setelah musim ini berakhir.
Menurut laporan The Athletic, Presiden Florentino Perez menjadikan Mourinho sebagai kandidat utama. Karena itu, peluang kembalinya pelatih asal Portugal tersebut semakin terbuka.
Mourinho bukan sosok baru bagi Madrid. Ia pernah melatih klub pada periode 2010 hingga 2013. Saat itu, ia sukses mempersembahkan beberapa trofi, termasuk gelar LaLiga.
Namun demikian, tidak semua pihak di internal klub setuju. Sebagian meragukan keputusan tersebut. Meski begitu, Perez tetap memegang kendali penuh atas keputusan akhir.
Keraguan itu muncul karena performa Mourinho dalam beberapa tahun terakhir. Ia terakhir meraih gelar liga pada 2015 bersama Chelsea. Setelah itu, ia hanya menambah beberapa trofi bersama klub lain.
Ia sempat melatih Manchester United, Tottenham Hotspur, AS Roma, hingga Benfica. Namun, pencapaiannya dinilai tidak lagi dominan di level elite Eropa.
Meski demikian, pengalaman Mourinho tetap menjadi nilai penting. Ia dikenal mampu mengelola ruang ganti yang penuh bintang. Selain itu, ia juga tahan menghadapi tekanan besar dari berbagai pihak.
Situasi ini sangat relevan dengan kondisi Madrid saat ini. Karena itu, klub melihat Mourinho sebagai sosok yang tepat untuk menghadapi tantangan tersebut.
Langkah ini juga mengingatkan pada strategi sebelumnya. Madrid pernah memulangkan Carlo Ancelotti pada 2021. Hasilnya, ia sukses membawa banyak trofi di periode keduanya.
Meski begitu, tidak ada jaminan Mourinho akan mengulang kesuksesan tersebut. Madrid dikenal sebagai klub yang menuntut hasil cepat. Oleh sebab itu, pelatih baru harus segera memberikan trofi.
Jika Mourinho kembali, tekanan besar akan langsung menantinya. Ia harus membawa Madrid kembali berjaya dalam waktu singkat






