Metapos.id, Jakarta – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Tanjung Karang menjatuhkan vonis kepada Cindy Almira, mantan pegawai bank di Pringsewu, setelah terbukti melakukan tindak pidana korupsi terkait pengelolaan dana nasabah dalam kurun waktu 2021 hingga 2025.
Putusan tersebut dibacakan dalam sidang yang berlangsung pada Senin (9/3/2026). Majelis hakim yang diketuai Nugraha Medica Prakasa menjatuhkan hukuman 10 tahun penjara kepada terdakwa.
Selain pidana penjara, Cindy juga dikenai denda sebesar Rp200 juta. Apabila denda tersebut tidak dibayarkan, maka akan diganti dengan hukuman kurungan selama lima bulan.
Tidak hanya itu, majelis hakim turut mewajibkan terdakwa membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp17,96 miliar. Hakim menegaskan bahwa apabila kewajiban tersebut tidak dipenuhi, jaksa memiliki kewenangan untuk menyita serta melelang harta milik terdakwa guna menutupi kerugian negara.
Dalam amar putusannya, hakim juga memerintahkan agar uang tunai senilai Rp1,31 miliar yang sebelumnya telah disita dan disimpan di Rekening Penitipan Lainnya (RPL) Kejaksaan Negeri Pringsewu diperhitungkan sebagai bagian dari pembayaran uang pengganti tersebut.
Kepala Seksi Intelijen Kejari Pringsewu, Annas Huda, menyampaikan bahwa persidangan dihadiri oleh tim Jaksa Penuntut Umum yang terdiri dari Endang Supriadi, Rudy Vernando, dan Elfiandi Handares.
Sementara itu, Cindy Almira yang didampingi tujuh penasihat hukumnya menyatakan masih mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya terkait putusan majelis hakim tersebut.
Kasus ini sempat menjadi perhatian masyarakat di Pringsewu karena berlangsung cukup lama, sekitar empat tahun, serta melibatkan nilai kerugian yang cukup besar akibat penyalahgunaan dana nasabah Bank BRI.














