Monday, September 14, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Iran Bersiap Balas Dendam: IRGC Siapkan Operasi Militer Terbesar Sepanjang Sejarah

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
1 March 2026
in Internasional
Iran Bersiap Balas Dendam: IRGC Siapkan Operasi Militer Terbesar Sepanjang Sejarah

Metapos.id, Jakarta — Korps Garda Revolusi Iran (Islamic Revolutionary Guard Corps) menyatakan kesiapan untuk melancarkan operasi militer ofensif terbesar yang pernah dilakukan dalam sejarah Republik Islam Iran.

Informasi tersebut disampaikan melalui media pemerintah Iran, Fars News, yang melaporkan bahwa operasi itu akan segera dimulai dalam waktu dekat.

BACA JUGA

Saudi Terdesak Houthi, Mengapa Trump Pilih Mundur?

Putin, Xi dan Presiden Iran Bertemu di India

IRGC mengungkapkan bahwa sasaran utama operasi meliputi wilayah yang mereka sebut sebagai daerah pendudukan, serta pangkalan militer Amerika Serikat yang dianggap sebagai pusat aktivitas terorisme. Pernyataan ini muncul di tengah suasana berkabung nasional, menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada Sabtu (28/2).

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut kematian Khamenei sebagai kehilangan besar bagi bangsa Iran. Namun, mereka menegaskan bahwa wafatnya sang pemimpin justru memperkuat semangat perjuangan Republik Islam Iran dan mempertegas legitimasi ideologis negara, yang dijadikan dasar moral untuk melakukan pembalasan terhadap pihak-pihak yang dinilai bertanggung jawab.

Amerika Serikat dan Israel secara langsung dituding sebagai aktor utama di balik serangan tersebut dan disebut tidak akan terhindar dari respons balasan Iran. IRGC menegaskan bahwa langkah pembalasan itu diposisikan sebagai bentuk keadilan atas apa yang mereka sebut sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Secara historis, Korps Garda Revolusi Iran didirikan oleh Ruhollah Khomeini pada 1979 setelah Revolusi Islam, dengan mandat utama menjaga ideologi dan sistem pemerintahan Republik Islam Iran. Peran ini berbeda dengan angkatan bersenjata reguler yang berfokus pada pertahanan wilayah dan kedaulatan negara.

Pemerintah Iran telah menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari, disertai tujuh hari libur nasional, sebagai bentuk penghormatan negara terhadap Khamenei.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya secara terbuka mengumumkan kematian Khamenei. Trump bahkan menyerukan kepada rakyat Iran untuk mengambil kembali kendali atas negaranya, sebagaimana dikutip media internasional Reuters.

Tags: AmerikaIsraelkematianKhameneiKorps Garda Revolusi Iranmenyatakan kesiapanMetapos.idoperasi militerTerbesar
Previous Post

Jejak Peradaban Islam: 7 Peristiwa Monumental yang Terjadi di Bulan Ramadan

Next Post

Serangan ke Iran Picu Kemarahan Korut, AS Dicap Preman Global

Related Posts

Saudi Terdesak Houthi, Mengapa Trump Pilih Mundur?
Internasional

Saudi Terdesak Houthi, Mengapa Trump Pilih Mundur?

14 September 2026
Putin, Xi Jinping, dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian dijadwalkan bertemu di India dalam momentum KTT BRICS di tengah konflik global.
Internasional

Putin, Xi dan Presiden Iran Bertemu di India

11 September 2026
Kapal feri M/V June Aster terbakar di perairan Palawan, Filipina. Lima orang tewas dan puluhan lainnya masih dalam pencarian.
Internasional

Feri Terbakar di Filipina, 5 Tewas

10 September 2026
Pakar meragukan klaim Donald Trump bahwa perang AS-Iran akan berakhir setelah pemilu sela Amerika Serikat pada November 2026.
Internasional

Pakar Ragukan Perang Iran Berakhir Usai Pemilu AS

10 September 2026
Kasus Ebola di Kongo mencapai 6.757 dengan 3.267 kematian sejak awal wabah. Inggris menyalurkan bantuan untuk memperkuat penanganan.
Internasional

Wabah Ebola Kongo Capai 3.267 Kematian

10 September 2026
Sebanyak 110 warga negara asing yang menjadi buron Interpol diketahui bersembunyi di Korea Selatan, dengan kasus penipuan menjadi pelanggaran terbanyak.
Internasional

110 Buron Interpol Terdeteksi Bersembunyi di Korea Selatan

9 September 2026
Next Post
Serangan ke Iran Picu Kemarahan Korut, AS Dicap Preman Global

Serangan ke Iran Picu Kemarahan Korut, AS Dicap Preman Global

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini