Thursday, November 5, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Thailand, Malaysia, dan Singapura Perketat Protokol Kesehatan Cegah Virus Nipah Jelang Imlek

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
4 February 2026
in Lifestyle & Health
KPK Geledah Dinas Perkim Madiun, Kumpulkan Bukti Kasus Korupsi Wali Kota Nonaktif

Metapos.id, Jakarta – Wabah virus Nipah yang terjadi di India membuat beberapa negara di Asia meningkatkan kewaspadaan kesehatan. Di negara bagian West Bengal, India, kasus infeksi virus Nipah bahkan telah menyebabkan kematian.

 

BACA JUGA

Eksaminasi UI dan UGM Soroti Putusan Nadiem Makarim

Sleeping with the Enemy Tayang 13 November 2026

Sebagai antisipasi, Thailand, Malaysia, dan Singapura memperketat pengawasan di pintu masuk seperti bandara. Pemeriksaan ini mencakup pengecekan suhu tubuh, skrining kesehatan, dan pemeriksaan tambahan bagi pelaku perjalanan dari wilayah terdampak. Langkah ini diambil untuk menekan kemungkinan penyebaran virus Nipah ke negara lain.

 

Virus Nipah merupakan virus zoonotik yang dapat menular dari hewan ke manusia, terutama melalui kontak dengan kelelawar buah atau cairan tubuhnya, seperti air liur, urine, dan kotoran. Penularan antar-manusia juga memungkinkan, meski kasusnya lebih jarang dibanding penularan dari hewan ke manusia. Tingkat kematian akibat virus ini tergolong tinggi, mencapai 40–75 persen.

 

Kewaspadaan ini semakin ditingkatkan menjelang periode mobilitas tinggi, termasuk perayaan Tahun Baru Imlek. Meski begitu, penyebaran virus di India saat ini masih terbatas, sehingga jumlah masyarakat terdampak diperkirakan relatif rendah.

 

Virus Nipah bisa menimbulkan gejala serius, seperti demam tinggi dan ensefalitis (radang otak) yang memerlukan penanganan medis intensif. Kelompok usia rentan dan individu dengan sistem imun lemah memiliki risiko komplikasi lebih tinggi. Otoritas kesehatan di Asia pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap risiko infeksi virus zoonotik ini.

Tags: MalaysiaMetapos.idSingapuraThailandVirus Nipah
Previous Post

“Halu” ala Arief Hidayat, Hakim MK Bercanda Cucunya Lahir di Solo Demi Jadi Presiden atau Wapres

Next Post

Menjelang Ramadan, Ibu Rumah Tangga Raup Omzet Fantastis Lewat TikTok Shop by Tokopedia

Related Posts

Eksaminasi UI dan UGM Soroti Putusan Nadiem Makarim
Lifestyle & Health

Eksaminasi UI dan UGM Soroti Putusan Nadiem Makarim

4 November 2026
Sleeping with the Enemy Tayang 13 November 2026
Lifestyle & Health

Sleeping with the Enemy Tayang 13 November 2026

4 November 2026
Usai Amerika Latin, BTS Bersiap Lanjutkan Tur ke Jakarta
Lifestyle & Health

Usai Amerika Latin, BTS Bersiap Lanjutkan Tur ke Jakarta

3 November 2026
Dead-End Job, Drama Pekerjaan Berbahaya di Dunia Lain
Lifestyle & Health

Dead-End Job, Drama Pekerjaan Berbahaya di Dunia Lain

3 November 2026
Bos Djarum Jadi Orang Terkaya RI, Ini Daftar 10 Besarnya
Lifestyle & Health

Bos Djarum Jadi Orang Terkaya RI, Ini Daftar 10 Besarnya

3 November 2026
Sinopsis Reawakened Man, Koo Kyo-hwan Makin Sering Mati Makin Kuat
Lifestyle & Health

Sinopsis Reawakened Man, Koo Kyo-hwan Makin Sering Mati Makin Kuat

2 November 2026
Next Post
Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026, Ini Lokasi dan Jadwalnya

Kabar Gaji PNS dan Pensiunan 2026, Ini Detail Rinciannya

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini