Monday, May 25, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Perdagangan Getah Arab Jadi Sumber Dana Perang di Sudan

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
7 January 2026
in Internasional
China Hentikan Ekspor Barang Strategis ke Jepang Terkait Isu Taiwan

Metapos.id, Jakarta – Bukan emas atau minyak, sebuah bahan baku yang selama ini jarang disorot justru berperan besar dalam memperpanjang konflik bersenjata di Sudan. Bahan tersebut adalah gum arabic atau getah arab, komoditas penting yang kini diselundupkan untuk membiayai operasi kelompok paramiliter Rapid Support Forces (RSF).

 

BACA JUGA

Krisis Timur Tengah Tekan Pasokan, IEA Khawatir Dunia Masuk Zona Merah Energi

Laporan Kongres AS Ungkap Puluhan Pesawat Militer Rusak dalam Konflik Iran

Gum arabic merupakan resin alami yang dihasilkan dari pohon akasia senegal, tanaman yang tumbuh di kawasan Afrika Tengah. Setelah diproses menjadi bubuk, bahan ini digunakan sebagai pengemulsi dan perekat dalam berbagai produk sehari-hari, mulai dari minuman ringan, permen, es krim, permen karet, cat, lem, hingga kosmetik. Dalam daftar bahan, gum arabic sering tercantum dengan nama E414 atau I414.

 

Saking vitalnya peran gum arabic, Amerika Serikat bahkan mengecualikannya dari sanksi ekonomi terhadap Sudan pada 1990-an. Secara global, hampir 200 ribu ton gum arabic diperdagangkan pada 2024 dengan nilai pasar mendekati 300 juta dolar AS, dan perusahaan multinasional sangat bergantung pada pasokan ini.

 

Peran Kunci Sudan dalam Pasar Gum Arabic Dunia

Sudan memiliki kondisi iklim ideal untuk menghasilkan jenis gum arabic bernama hashab, varietas yang paling banyak diminati pasar internasional. Sebelum perang pecah pada April 2023, Sudan merupakan eksportir gum arabic terbesar di dunia dengan pangsa pasar sekitar 70 hingga 80 persen.

 

Meski data produksi dan ekspor resmi selalu sulit dipastikan, para peneliti sepakat bahwa sebagian besar pasokan gum arabic global berasal dari Sudan.

 

Namun, sejak konflik bersenjata dimulai, angka ekspor resmi Sudan merosot tajam. Meski demikian, kebutuhan pasar internasional tetap terpenuhi. Lonjakan ekspor dari negara-negara tetangga justru mengindikasikan bahwa gum arabic Sudan kini keluar secara ilegal melalui jalur penyelundupan.

 

Penyelundupan dan Peran RSF

Penelitian terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar gum arabic Sudan kini diselundupkan ke negara-negara sekitar seperti Chad dan Sudan Selatan, lalu dicampur dengan produksi lokal dan diberi label asal baru. Cara ini membuat asal-usul sebenarnya sulit dilacak.

 

Awalnya, penyelundupan dilakukan oleh pedagang lokal untuk menghindari pajak dan kewajiban sertifikasi bebas konflik. Namun seiring waktu, RSF melihat potensi keuntungan besar dari komoditas ini. Kelompok tersebut tidak hanya memungut pungutan dari para pedagang, tetapi juga menguasai jalur distribusi, gudang penyimpanan, hingga perlintasan perbatasan.

 

Menurut para peneliti, RSF kini mengambil keuntungan dari setiap tahap rantai pasok gum arabic, menjadikannya sumber pendanaan penting bagi konflik yang sedang berlangsung.

 

Pembeli Global dan Masalah Ketertelusuran

Perusahaan Eropa, terutama dari Prancis dan Jerman, tercatat sebagai pembeli terbesar gum arabic mentah. Meski sejumlah perusahaan mengklaim menerapkan standar ketertelusuran dan etika tinggi, para peneliti meragukan efektivitas pengawasan tersebut.

 

Menurut laporan lembaga perdamaian PAX, gum arabic yang sampai ke pasar internasional sangat mungkin telah memberikan keuntungan finansial bagi RSF, meskipun tidak dibeli langsung dari kelompok bersenjata.

 

Beberapa perusahaan membantah tudingan tersebut. Namun, para peneliti menilai bahwa dalam situasi konflik dan penyelundupan masif, jaminan bahwa produk benar-benar bebas konflik sangat sulit dipastikan.

 

Dampak bagi Masyarakat Sudan

Bagi jutaan warga Sudan, gum arabic merupakan sumber penghidupan utama. Namun perang membuat aktivitas ini semakin berbahaya dan tidak menentu. Meski harga hashab melonjak lebih dari dua kali lipat selama konflik, para petani dan penyadap justru memperoleh pendapatan yang semakin kecil.

 

Keamanan yang memburuk, pungutan ilegal, dan dominasi kelompok bersenjata membuat perdagangan gum arabic berubah dari sumber nafkah menjadi aktivitas berisiko tinggi. Di tengah konflik yang terus berlanjut, komoditas yang selama ini tersembunyi ini justru menjadi bahan bakar perang di Sudan.

Tags: gum arabicMetapos.idPerdagangan Getah ArabRapid Support ForcesSudanSumber Dana Perang
Previous Post

AS Singgung Opsi Militer untuk Greenland, Eropa Tegaskan Pulau Itu Bukan Milik Amerika

Next Post

Jadwal Live Proliga 2026 Kamis 8 Januari: Popsivo Polwan Tantang Medan Falcons di Laga Perdana

Related Posts

Pemerintah Berlakukan Mandatori E5 Mulai Juli 2026 di Sejumlah Wilayah
Internasional

Krisis Timur Tengah Tekan Pasokan, IEA Khawatir Dunia Masuk Zona Merah Energi

23 May 2026
Petugas Rutan Salemba Gagalkan Penyelundupan 15 Gram Sabu oleh Pengunjung
Internasional

Laporan Kongres AS Ungkap Puluhan Pesawat Militer Rusak dalam Konflik Iran

22 May 2026
Sembilan WNI Delegasi Flotilla Gaza Dibebaskan Israel Setelah Penahanan di Negev
Internasional

Sembilan WNI Delegasi Flotilla Gaza Dibebaskan Israel Setelah Penahanan di Negev

21 May 2026
Heboh! Iran Siapkan Rp1 Triliun bagi Siapa pun yang Habisi Trump-Netanyahu
Internasional

Heboh! Iran Siapkan Rp1 Triliun bagi Siapa pun yang Habisi Trump-Netanyahu

21 May 2026
Kemendikdasmen Tegaskan Anak di Bawah 7 Tahun Bisa Masuk SD
Internasional

Aktivis Global Sumud Flotilla Diduga Disiksa dalam Tahanan Israel

22 May 2026
Kemendikdasmen Tegaskan Anak di Bawah 7 Tahun Bisa Masuk SD
Internasional

Tiga Orang Tewas akibat Zat Misterius di New Mexico

22 May 2026
Next Post
Jadwal Live Proliga 2026 Kamis 8 Januari: Popsivo Polwan Tantang Medan Falcons di Laga Perdana

Jadwal Live Proliga 2026 Kamis 8 Januari: Popsivo Polwan Tantang Medan Falcons di Laga Perdana

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini