Monday, May 25, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

AS Singgung Opsi Militer untuk Greenland, Eropa Tegaskan Pulau Itu Bukan Milik Amerika

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
7 January 2026
in Internasional
Zohran Mamdani Batalkan Kebijakan Pro-Israel Warisan Wali Kota Sebelumnya

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah Amerika Serikat kembali memicu ketegangan dengan Eropa setelah menyatakan bahwa penggunaan kekuatan militer tetap menjadi salah satu opsi dalam rencana mengambil alih Greenland. Pernyataan tersebut langsung ditentang oleh para pemimpin Eropa dan Kanada yang menegaskan bahwa wilayah Arktik itu adalah milik rakyat Greenland.

 

BACA JUGA

Krisis Timur Tengah Tekan Pasokan, IEA Khawatir Dunia Masuk Zona Merah Energi

Laporan Kongres AS Ungkap Puluhan Pesawat Militer Rusak dalam Konflik Iran

Gedung Putih pada Selasa menyebut Presiden Donald Trump memandang penguasaan Greenland, yang merupakan wilayah otonom Denmark, sebagai kepentingan strategis bagi keamanan nasional AS. Washington menilai langkah tersebut diperlukan untuk menghadapi ancaman dari rival di kawasan Arktik.

 

Dalam pernyataannya, Gedung Putih menyebut Trump dan timnya tengah membahas berbagai pilihan untuk mencapai tujuan tersebut. Opsi militer, menurut pernyataan itu, tetap berada dalam kewenangan presiden sebagai panglima tertinggi angkatan bersenjata.

 

Ancaman ini berpotensi mengguncang NATO, mengingat Denmark merupakan sekutu Amerika Serikat. Meski mendapat penolakan luas, sikap tersebut tidak membuat Trump mundur.

 

Minat Trump terhadap Greenland sebenarnya telah muncul sejak 2019, namun kembali menguat setelah operasi AS yang berujung pada penculikan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Trump menyatakan dominasi Amerika di Belahan Barat tidak boleh dipertanyakan, sembari meningkatkan tekanan terhadap sejumlah negara lain di kawasan.

 

Trump juga berulang kali menyebut penguasaan Greenland penting bagi keamanan AS, dengan alasan meningkatnya aktivitas Rusia dan China di wilayah tersebut. Klaim itu dibantah oleh Denmark, yang menegaskan bahwa mereka tetap mampu menjaga keamanan Greenland.

 

Greenland, pulau terbesar di dunia dengan populasi sekitar 57 ribu jiwa, selama ini menyatakan tidak ingin menjadi bagian dari Amerika Serikat. Pulau ini memiliki posisi strategis antara Amerika Utara dan Eropa, serta menjadi lokasi pangkalan luar angkasa AS Pituffik yang mendukung sistem peringatan dan pertahanan rudal.

 

Para pemimpin Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris bersama Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan bahwa Greenland adalah milik rakyatnya. Mereka menekankan bahwa keputusan terkait masa depan Greenland hanya dapat ditentukan oleh Denmark dan Greenland sendiri.

 

Kanada juga menyatakan dukungan terhadap Denmark dan Greenland. Perdana Menteri Mark Carney mengumumkan rencana kunjungan pejabat tinggi Kanada ke Greenland sebagai bentuk solidaritas.

 

Sementara itu, para menteri luar negeri negara-negara Nordik menegaskan hak Greenland untuk menentukan nasibnya sendiri, seraya menyatakan kesiapan meningkatkan kerja sama keamanan Arktik bersama NATO, termasuk dengan Amerika Serikat.

 

Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyambut dukungan tersebut dan kembali menyerukan dialog yang saling menghormati dengan Washington. Pemerintah Greenland juga meminta pertemuan darurat dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio untuk membahas situasi ini.

 

Di sisi lain, utusan khusus AS untuk Greenland, Jeff Landry, menyatakan lebih memilih berbicara langsung dengan warga Greenland ketimbang pejabat Denmark atau diplomat Eropa. Ia menilai pendekatan tersebut dapat membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat.

 

Laporan media AS menyebut Marco Rubio telah mengatakan kepada anggota Kongres bahwa ancaman tersebut tidak menandakan invasi dalam waktu dekat. Menurutnya, tujuan utama Gedung Putih adalah mendorong negosiasi pembelian Greenland dari Denmark.

 

Namun, pernyataan keras tetap datang dari lingkaran dekat Trump. Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller menyatakan bahwa dunia internasional pada akhirnya diatur oleh kekuatan dan kekuasaan, bukan sekadar norma diplomatik.

 

Pernyataan tersebut menuai kritik dari anggota Kongres AS, termasuk dari Partai Republik. Sejumlah senator menegaskan bahwa Amerika Serikat harus menghormati kedaulatan Denmark dan komitmen NATO.

 

Para analis menilai bahwa jika AS benar-benar mencoba mengambil alih Greenland, langkah tersebut akan menandai perubahan besar dalam kebijakan luar negeri Washington dan berpotensi merusak tatanan internasional yang menjunjung hak suatu bangsa untuk menentukan masa depannya sendiri.

Tags: Donald TrumpEropaGreenlandKanadaMetapos.idNATOPemerintah Amerika Serikat
Previous Post

China Hentikan Ekspor Barang Strategis ke Jepang Terkait Isu Taiwan

Next Post

Perdagangan Getah Arab Jadi Sumber Dana Perang di Sudan

Related Posts

Pemerintah Berlakukan Mandatori E5 Mulai Juli 2026 di Sejumlah Wilayah
Internasional

Krisis Timur Tengah Tekan Pasokan, IEA Khawatir Dunia Masuk Zona Merah Energi

23 May 2026
Petugas Rutan Salemba Gagalkan Penyelundupan 15 Gram Sabu oleh Pengunjung
Internasional

Laporan Kongres AS Ungkap Puluhan Pesawat Militer Rusak dalam Konflik Iran

22 May 2026
Sembilan WNI Delegasi Flotilla Gaza Dibebaskan Israel Setelah Penahanan di Negev
Internasional

Sembilan WNI Delegasi Flotilla Gaza Dibebaskan Israel Setelah Penahanan di Negev

21 May 2026
Heboh! Iran Siapkan Rp1 Triliun bagi Siapa pun yang Habisi Trump-Netanyahu
Internasional

Heboh! Iran Siapkan Rp1 Triliun bagi Siapa pun yang Habisi Trump-Netanyahu

21 May 2026
Kemendikdasmen Tegaskan Anak di Bawah 7 Tahun Bisa Masuk SD
Internasional

Aktivis Global Sumud Flotilla Diduga Disiksa dalam Tahanan Israel

22 May 2026
Kemendikdasmen Tegaskan Anak di Bawah 7 Tahun Bisa Masuk SD
Internasional

Tiga Orang Tewas akibat Zat Misterius di New Mexico

22 May 2026
Next Post
China Hentikan Ekspor Barang Strategis ke Jepang Terkait Isu Taiwan

Perdagangan Getah Arab Jadi Sumber Dana Perang di Sudan

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini