Wednesday, September 2, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

China Hentikan Ekspor Barang Strategis ke Jepang Terkait Isu Taiwan

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
7 January 2026
in Internasional
China Hentikan Ekspor Barang Strategis ke Jepang Terkait Isu Taiwan

Japanese and Chinese flag pair on desk over defocused background. Horizontal composition with copy space and selective focus.

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah China memberlakukan pembatasan ekspor terhadap Jepang dengan melarang pengiriman barang-barang berteknologi ganda yang berpotensi digunakan untuk kepentingan militer. Kebijakan ini diumumkan di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara terkait isu Taiwan.

 

BACA JUGA

Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz

Raja Harald V Norwegia Meninggal Dunia

Kementerian Perdagangan China menyatakan larangan tersebut diberlakukan sebagai langkah untuk menjaga keamanan nasional. Beijing menilai sejumlah pernyataan Jepang mengenai Taiwan sebagai keliru dan tidak dapat diterima. Barang yang dilarang mencakup produk yang dinilai dapat meningkatkan kemampuan militer Jepang, meski otoritas China tidak merinci jenis komoditas yang dimaksud.

 

Langkah ini langsung menuai protes dari Tokyo. Kementerian Luar Negeri Jepang menyampaikan keberatan resmi dan mendesak China agar segera mencabut kebijakan tersebut. Jepang menilai pembatasan ekspor itu tidak sesuai dengan praktik internasional dan menyebutnya sebagai tindakan yang sangat disesalkan.

 

Sekretaris Jenderal Biro Urusan Asia dan Oseania Jepang, Masaaki Kanai, telah menyampaikan protes tersebut kepada Wakil Kepala Misi Kedutaan Besar China di Tokyo, Shi Yong. Jepang menegaskan bahwa kebijakan China tidak dapat diterima dan berpotensi merusak hubungan bilateral.

 

Hubungan China dan Jepang memang kerap diwarnai ketegangan akibat persoalan sejarah dan sengketa wilayah. Namun, situasi memburuk sejak Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan bahwa Tokyo dapat mempertimbangkan intervensi militer apabila China menyerang Taiwan.

 

Dalam pernyataannya di parlemen pada November lalu, Takaichi menyebut serangan terhadap Taiwan sebagai ancaman serius bagi kelangsungan hidup Jepang, yang dapat menjadi dasar penerapan hak pertahanan kolektif sesuai konstitusi negara tersebut. Pernyataan itu memicu kemarahan Beijing.

 

China selama ini bersikukuh bahwa Taiwan merupakan bagian dari wilayahnya dan bertekad melakukan penyatuan kembali, termasuk dengan kekuatan militer jika diperlukan. Presiden China Xi Jinping, dalam pidato Tahun Baru, menegaskan bahwa reunifikasi dengan Taiwan merupakan proses yang tidak dapat dihentikan.

 

Pernyataan Xi disampaikan tak lama setelah militer China menyelesaikan latihan tembak langsung yang mensimulasikan blokade terhadap Taiwan. Sementara itu, Partai Progresif Demokratik yang berkuasa di Taiwan memandang pulau tersebut sebagai negara yang secara de facto merdeka, meski belum menyatakan kemerdekaan secara resmi.

 

Taiwan memiliki pemerintahan, militer, paspor, dan mata uang sendiri, tetapi tidak diakui secara diplomatik oleh sebagian besar negara, termasuk Jepang. China menegaskan bahwa negara-negara yang ingin menjaga hubungan diplomatik dengan Beijing tidak boleh mengakui Taiwan.

Tags: ChinaEkspor Barang StrategisIsu TaiwanJepangMetapos.idpembatasan ekspor
Previous Post

Pembongkaran Tiang Monorel Diminta Prioritaskan Keselamatan dan Kelancaran Lalu Lintas

Next Post

AS Singgung Opsi Militer untuk Greenland, Eropa Tegaskan Pulau Itu Bukan Milik Amerika

Related Posts

Donald Trump
Internasional

Trump Klaim AS Kuasai Selat Hormuz

29 August 2026
Raja Norwegia Harald V meninggal dunia di usia 89 tahun setelah sempat berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan di rumah sakit.
Internasional

Raja Harald V Norwegia Meninggal Dunia

28 August 2026
Trump Bicara Ancaman Rusia: Putin Tak Akan Serang NATO
Internasional

Trump Bicara Ancaman Rusia: Putin Tak Akan Serang NATO

28 August 2026
Pangeran Harry
Internasional

Harry dan Meghan Kembali ke Inggris

28 August 2026
Alternative for Germany (AfD)
Internasional

AfD Usul Larangan Jilbab Anak di Jerman, Dewan Islam Mengecam

27 August 2026
Mojtaba Khamenei
Internasional

Trump Yakin Pemimpin Iran Mojtaba Khamenei Masih Hidup

27 August 2026
Next Post
Donald Trump

AS Singgung Opsi Militer untuk Greenland, Eropa Tegaskan Pulau Itu Bukan Milik Amerika

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini