Metapos.id, Jakarta – Pengelolaan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Provinsi Riau dinilai perlu segera dibenahi akibat meningkatnya perambahan, konflik tenurial, dan interaksi negatif antara manusia dan satwa yang tidak kunjung teratasi.
Anggota Komisi IV DPR RI, drh. Slamet, mengingatkan bahwa persoalan Tesso Nilo adalah isu konservasi yang menyangkut kepentingan jangka panjang bangsa. Ia menekankan perlunya kebijakan terpadu yang kuat serta dukungan nyata dari pemerintah.
“Taman Nasional Tesso Nilo merupakan warisan biodiversitas yang harus terus dijaga. Negara wajib hadir untuk memastikan kawasan ini terlindungi dan tetap menjadi habitat yang layak bagi satwa liar,” tegasnya dalam keterangan pada Minggu, 30 November 2025.
Menurut Slamet, degradasi hutan yang terus berlangsung dipicu oleh lemahnya pengawasan, persoalan tata batas kawasan yang belum tuntas, dan tekanan ekonomi masyarakat sekitar. Kondisi ini, ujarnya, memperburuk situasi konservasi gajah Sumatera yang bergantung pada Tesso Nilo sebagai habitat utama.
Ia menjelaskan bahwa fragmentasi wilayah hutan telah meningkatkan potensi konflik antara gajah dan warga sekitar. Jika tidak diatasi, kejadian serupa akan terus berulang dan mengancam keberlanjutan populasi satwa dilindungi tersebut.
Slamet mendesak agar strategi mitigasi ditingkatkan, termasuk membangun koridor satwa, menerapkan sistem peringatan dini, dan menjamin mekanisme kompensasi yang adil bagi masyarakat terdampak.
“Penanganan masalah di Tesso Nilo tidak boleh berhenti pada operasi penegakan hukum. Penataan batas kawasan, pemberantasan perkebunan sawit ilegal, serta tindakan tegas terhadap pelaku pembukaan lahan berskala besar adalah langkah yang harus segera direalisasikan,” tutupnya.













