Thursday, September 17, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Penegakan dan Transparansi jadi Tantangan Utama Industri Pertambangan Tanah Air

Afizahri by Afizahri
9 June 2025
in Ekbis
Volume Penjualan Batu Bara ITMG Mencapai 15,3 Juta Ton di Kuartal III-2023

Jakarta, Metapos.id – Pemerintah dan pelaku industri tambang di Tanah Air disebut perlu terus mendorong perbaikan pengelolaan pertambangan. Terlebih lagi belakangan ini muncul polemik aktivitas tambang nikel di Raja Ampat.

Sekretaris Jenderal BPP HIPMI, Anggawira mengatakan, tantangan utama industri pertambangan di Indonesia bukan lagi soal regulasi, tapi lebih ke penegakan, konsistensi, dan transparansi.

BACA JUGA

Harga BBM Nonsubsidi Stabil Sejak September

Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen

“Tantangan utama bukan lagi pada regulasi, melainkan pada penegakan, konsistensi, dan transparansi. Di sinilah pemerintah dan pelaku industri perlu terus mendorong perbaikan (pengelolaan pertambangan),” katanya dalam keterangan resmi, dikutip Senin, 9 Juni.

Ketua Umum Pemasok Energi Mineral dan Batubara (Aspebindo) ini bilang pemerintah harus melindungi perusahaan tambang yang patuh hukum dan memberikan insentif bagi yang menerapkan praktik terbaik.

Namun di sisi yang lainnya, sambung Anggawira, penegakan hukum terhadap pelanggaran tentu harus tegas tanpa pandang bulu.

“Indonesia mampu menjadi contoh dunia dalam tata kelola tambang berkelanjutan selama kita memimpin narasi kita sendiri,” katanya.

Anggawira juga mengingatkan agar semua pihak yang terlibat dalam industri tambang tak antikritik. Menurut dia, kritik yang membangun juga harus diterima.

“Kita butuh tambang yang legal, berjelanjutan, inklusi dan modern,” ucapnya.

Apalagi, sambung dia, kontribusi sektor pertambangan terbilang signifikan dengan berada di angka 6 hingga 7 persen terhadap PDB nasional. Selain itu, juga menyumbang penyerapan ratusan ribu tenaga kerja langsung dan tidak langsung.

“Sumbangan PNBP dan royalti yang konsisten meningkat,” tuturnya.

Anggariwa mengatakan ada perusahaan tambang yang juga memiliki komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Seperti, PT Vale Indonesia yang sukses dengan program revegetasi dan restorasi lahan pascatambang, serta pembangunan smelter untuk hilirisasi nikel.

Kemudian, PT Bumi Resources Tbk (BUMI) melalui anak usahanya Kaltim Prima Coal dan Arutmin, aktif menjalankan reklamasi dan konservasi biodiversity, serta mendapat PROPER Hijau dari KLHK.

Begitu juga, PT Merdeka Copper Gold Tbk menjalankan tambang emas berkelanjutan di Banyuwangi dan memelopori tambang tembaga di Sulawesi Tengah dengan pendekatan community empowerment dan transparansi operasional.

Termasuk juga, PT Freeport Indonesia menjadi pionir tambang bawah tanah dan pembangunan smelter Gresik untuk mendukung hilirisasi tembaga, serta PT Bukit Asam (PTBA) berhasil mengubah area tambang menjadi kawasan ekowisata dan pertanian produktif.

Tags: Metapos.idPertambangan
Previous Post

Dukung Efisiensi Industri Pupuk Nasional, DPR Sedang Kaji Perubahan Skema Subsidi Pupuk

Next Post

Gerakkan Ekonomi di Libur Sekolah, Tiket Whoosh Diskon hingga 50 Persen

Related Posts

Isu Kenaikan BBM 2026, Pemerintah Tegaskan Harga BBM Tetap Tidak Berubah
Ekbis

Harga BBM Nonsubsidi Stabil Sejak September

15 September 2026
Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen
Ekbis

Premi Prudential Indonesia Tumbuh 25 Persen

11 September 2026
Ini Tampang Eks Pegawai Bank Mandiri Taspen Jadi Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan
Ekbis

Ini Tampang Eks Pegawai Bank Mandiri Taspen Jadi Terdakwa Kasus Dugaan Penipuan Pensiunan

11 September 2026
MSIG Life mencatat laba bersih Rp181 miliar pada semester I 2026, tumbuh 69% secara tahunan, ditopang pengelolaan biaya dan produktivitas.
Ekbis

MSIG Life Catat Laba Rp181 Miliar

10 September 2026
Petrokimia Gresik Gandeng PTFI Jaga Pasokan Pupuk
Ekbis

Petrokimia Gresik Gandeng PTFI Jaga Pasokan Pupuk

10 September 2026
200 Juta Rekening Warga Segera Dibuka, Pemerintah Ancam Tangkap Pelaku Judol
Ekbis

200 Juta Rekening Warga Segera Dibuka, Pemerintah Ancam Tangkap Pelaku Judol

10 September 2026
Next Post
KCIC Bersama Kemenhub Uji Pertama Sarana Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Gerakkan Ekonomi di Libur Sekolah, Tiket Whoosh Diskon hingga 50 Persen

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini