Saturday, October 10, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

YLKI Sebut Penerapan Tarif Dinamis Bisa Bikin Penumpang Tinggalkan LRT Jabodebek

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
17 November 2023
in Ekbis
Mulai Beroperasi Hari Ini, Tarif LRT Jabodebek Didiskon 78 Persen

Jakarta,Metapos.id – Kementerian Perhubungan berencana untuk menerapkan sistem tarif dinamis atau dynamic pricing LRT Jabodebek. Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan.

Menanggapi ini, Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai bahwa penerapan tarif dinamis bisa membuat penumpang meninggalkan LRT Jabodebek dan memilih moda transprorasi lain.

BACA JUGA

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham

GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

Jika kondisi itu terjadi, sambung Tulus, target penumpang LRT Jabodebek yang dipasang tidak akan terpenuhi. Begitu juga dengan target mengurangi kemacetan.

Padahal, menurut Tulus, berdasarkan data yang didapatnya ketika LRT Jabodebek ini beroperasi penuh dan diminati masyarakat, terbukti mengurangi kemacetan di jalan tol yang searah dengan rute LRT Jabodebek.

“Sekarang LRT (Jabodebek) yang kritikal itu adalah tarifnya. Tarifnya memang dia mengklaim belum keekonomian tapi kalau nanti tarifnya disesuaikan dengan keekonomian efeknya konsumen akan lari dari LRT (Jabodebek). Sehingga selain nanti target penumpangnya tidak terpenuhi, juga target untuk mengurangi kemacetan juga berkurang,” ujarnya kepada wartawan, di Jakarta, ditulis Jumat, 17 November.

Karena itu, Tulus menilai, saat ini belum menjadi waktu yang tepat untuk memberlakukan tarif dinamis. Menurut Tulus, langkah ini baru bisa dilakukan jika LRT Jabodebek sudah menjadi solusi bagi masalah masyarakat.

“Belum, harusnya kalau sudah diterapkan itu kalau sudah menjawab kebutuhan yang ideal bagi konsumen,” ucapnya.

“Kalau sudah menerapkan tarif dinamis atau tarif yang mahal itu makin ditinggalkan konsumen, makin ga laku karena banyak opsi yang lain kan sebenarnya, ada Transjakarta, KRL atau yang paling ini lari ke sepeda motor,” sambung Tulus.

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati mengatakan rencana penerapan sistem tarif dinamis atau dynamic pricing LRT Jabodebek masih dalam tahap pembahasan.

Adita mengatakan dalam kajian penerapan tarif dinamis ini, salah satu yang dicermati terkait trafik penumpang pada jam sibuk (peak hours) dan jam non sibuk (off peak hours).

Berdasarkan tren pergerakan penumpang LRT Jabodebek saat ini, sambung Adita, jam sibuk moda transportasi ini ada pada pagi dan sore hari. Jam sibuk ini berlangsung saat masyarakat pergi dan pulang kerja.

Adapun jam sibuk pada pagi hari terjadi pada pukul 05.00 hingga 10.00 WIB. Sementara, pada sore hari terjadi di jam 16.00 sampai 20.00 WIB. Sedangkan non-peak hour atau jam non sibuk terjadi pada 10.00 hingga 16.00 WIB.

“Masih dibahas. Kita akan pantau juga perilaku transportasi masyarakat agar bisa disesuaikan dengan skema tarif yang paling tepat. Sementara ini kami linat yang paling tepat itu dynamic pricing,” kata Adita di Kementerian Perhubungan, ditulis Selasa, 14 November.

Tags: LRTMenteri perhubunganMetapos.idYLKI
Previous Post

Penyelenggaraan Jalan di Indonesia Belum Optimal, Ini Tantangannya Menurut Menteri Basuki

Next Post

Astra Infra Lakukan 2 Persiapan untuk Jalan Tol Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

Related Posts

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham
Ekbis

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham

9 October 2026
GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
Ekbis

GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

9 October 2026
Penjualan kendaraan BBM di Australia turun 36,2 persen pada September 2026, sementara mobil listrik dan plug-in hybrid mencatat pertumbuhan pesat.
Ekbis

Mobil Listrik Makin Laris, Kendaraan BBM Australia Turun

9 October 2026
OJK Ungkap Dugaan Pidana Perbankan di Mandiri Taspen Purwokerto
Ekbis

OJK Ungkap Dugaan Pidana Perbankan di Mandiri Taspen Purwokerto

8 October 2026
Sejumlah miliarder dunia ternyata tidak menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi berhasil membangun bisnis dengan kekayaan hingga ribuan triliun rupiah.
Ekbis

Putus Kuliah, 10 Miliarder Ini Tajir Melintir

8 October 2026
PT Sepatu Bata Tbk (BATA)
Ekbis

Penjualan Merosot, Presiden Direktur Bata Ajukan Pengunduran Diri

2 October 2026
Next Post
Mudik Lebaran 2023, Pelindo Berikan Diskon Tarif Jalan Tol Cibitung-Cilincing hingga 58 Persen

Astra Infra Lakukan 2 Persiapan untuk Jalan Tol Jelang Libur Natal dan Tahun Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini